KASUN TUMBRASANOM : AGUS DWI SAPUTRO (082237450234), KASUN RINGINANOM: DONI ( 081235252850), KASUN GEMPOL SAKIRNO ( 085851036574). BAGIAN SURAT-MENYURAT JONI MULYO WIBOWO (085646498179) & M LUQMAN (081335013674) BIDAN DESA ( 085738237025) BABINSA ( 082131229178) & BABINKAMTIBMAS (081335477000) SELURUH MASYARAKAT DESA TUMBRASANOM DIHIMBAU UNTUK TETAP MEMAKAI MASKER, MENJAGA JARAK, DAN MENCUCI TANGAN INGAT COVID-19 BELUM USAI TETAP JAGA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KELUARGA DIRUMAH.

Artikel

SEJARAH PATUNG LETTU R.M SOEJITNO

21 Januari 2021 10:53:23  Admin Desa  2.327 Kali Dibaca  Agenda Desa

Nama Asli Lettu R.M. Soejitno Koesoemobroto  Lahir di Tuban 4 November 1925 sejak lahir hingga gugurnya almarhum mengalami 3 jaman yaitu jaman penjajahan Belanda, Jepang, dan Jaman Kemerdekaan RI. Seorang perwira yang landasan moral pengetahuan militer yang pertama di dapat dari Perwira PETA di Bogor Jawa Barat. dan Tahun 1944 dengan seragam hijau berpangkat SHO DANCO. Sebagai Modal pertama/landasan disiplin militer yang kuat untuk melawan penjajah di kala itu. Lettu Soejitno  mengikuti perkembangan Organisasi angkatan darat mulai dari BKR, TKR, TRI dan Kemudian ABRI. Hari Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dan proses perjuangan panjang cita-cita luhur warga bojonegoro saat itu merupakan cikal bakal berdirinya patung di tengah alun-alun kota Bojonegoro sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi beliau. Lettu Soejitno mempertahankan Kota Bojonegoro dari serangan musuh dalam hal ini penjajah yang menyerang kota Bojonegoro sehingga menyebabkan beliau gugur di medan pertempuran tanggal 15 Januari 1949 jam 4 Sore.

Kini jasad Lettu Soejitno telah tiada lagi namun semangat juang beliau selalu ada dan tak kunjung padam jasa beliau menghadapi jepang kala itu melucuti senjata jepang dan ikut bergabung di pertempuran Front Surabaya menghadapi kolonial Belanda, NICA/GURKHA, dan menghadapi pemberontakan G 30 S PKI yang gugur di awal tahun 1949. beliau gugur di sekitar desa Mulyoagung Kecamatan Kota Bojonegoro mengalami luka yang sangat berat. Condro Sangkala untuk mengenang gugurya pahlawan Lettu Soejitno pada tahun 1949 disebut Noto Putro Pejah Ngabekti yang artinya bertekad satu berbakti, berjuang, dan berkorban jiwa raga demi keselamatan Nusa dan Bangsa Republik Indonesia

Sumber: Sejarah Kota Bojonegoro 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Info Umum

Peta Desa

Aparatur Desa

Sinergi Program

SKCK ONLINE CEK PLN SAMSAT ONLINE JATIM
KANTOR PAJAK BOJONEGORO JNE TRACKING J & T TRACKING
BPJS KESEHATAN BPJS KETENAGAKERJAAN RS AISIYAH BOJONEGORO
RS UMUM BOJONEGORO BPUM BRI CEK SERTIFIKAT TANAH
JADWAL PENERBANGAN JADWAL KERETA API LOWONGAN PEKERJAAN
BMKG KEDUNGADEM
BUMDES ANOM PUTRA

Agenda

Statistik Penduduk

Informasi Publik

Arsip Artikel